Walau Tubuhnya Sudah Lemah, Nenek Ini Tetap Berjuang Untuk Cari Kayu Bakar Untuk Dijual Supaya Bisa Beli Makan
Inilah salah satu lansia pejuang nafkah, Papuk Sunar. Tak ada suami atau anak yang menemaninya sehari-hari, hanya kelaparan dan kesepian yang selalu ada di sekeliling papuk.
Demi menyambung hidup, papuk keliling kampung jualan kayu bakar. Kalau jualannya laku, Papuk bisa mendapatkan uang Rp 5.000.
“Alhamdulillah kalo laku, Papuk bisa beli makanan. Dapat 5 ribu juga sangat Papuk syukuri. Tapi kalo dagangannya ga laku, Papuk harus sabar nunggu dagangannya laku,” lirihnya.
Lelah selalu dirasakan papuk, apalagi di usianya yang sudah senja, sulit untuknya berjalan jauh karena mudah sakit. Tapi papuk tetap berjuang, kalau dia tak bekerja dia tak akan dapat uang untuk makan.
Kayu yang dijual daeng juga harus dicari sendiri setiap hari. Papuk pergi ke kebun atau hutan mencari kayu bakar, kalau di musim hujan papuk sulit mendapatkannya karena kayunya basah. “Jadi Papuk harus jemur dulu kayu bakarnya, nanti kalo udah kering papuk jual,” tutur Papuk.
Papuk berharap agar selalu diberi kesehatan supaya bisa terus menjemput rezekinya. Papuk ingin bisa makan nasi setiap hari dan tak perlu kelaparan sampai berhari-hari.
“Semoga Allah beri kesehatan ke papuk biar bisa terus kerja, nyari uang buat beli makanan. papuk ingin bisa terus makan tiap hari, Papuk juga butuh uang buat beli obat kalo lagi sakit. Semoga Allah mudahkan rezeki Papuk,” ucap papuk

Posting Komentar untuk "Walau Tubuhnya Sudah Lemah, Nenek Ini Tetap Berjuang Untuk Cari Kayu Bakar Untuk Dijual Supaya Bisa Beli Makan"